Pergerakan Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) ke Timur Penyebab El Nino di Indonesia

Oleh : Dwiko Handiko Bowo

Pengertian IPWP
Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) adalah kolam air hangat terbesar di dunia, terentang dari Samudra Hindia tropis sebelah timur sampai Samudra Pasifik tropis di bagian barat. IPWP memiliki temperatur permukaan laut terpanas, sekitar 28 derajat Celsius, sehingga kawasan itu merupakan sumber panas dan kelembapan terbesar bagi atmosfer dunia. Di Indonesia sendiri, warm pool terdapat di sebelah utara Irian dan di sekitar kepulauan Halmahera.
Warm Pool terbentuk karena adanya Angin Timur (AT) yang bertiup disebelah katulistiwa Samudera Pasifik. Angin ini adalah hasil dari komponen timur-barat Angin Pasat Tenggara dan Timur Laut, yang bertiup normal sepanjang tahun dari kawasan Subtropika ke wilayah tekanan rendah di kawasan katulistiwa. Angin Timur yang dihasilkannya menimbulkan arus katulistiwa utara–selatan (AKU dan AKS) yang mendorong masa air dari bagian timur katulistiwa Pasifik ke bagian baratnya, sehingga terbentuklah kolam air hangat atau warm pool di sekitar utara Irian dan kepulauan Halmahera. Pusat sebaran kolam air hangat ini sangat dipengaruhi oleh Angin Monsun Australia, yaitu pada musim panas utara warm pool lebih menyebar ke bagian utara dan pada musim panas selatan warm pool menyebar lebih ke bagian selatan katulistiwa. Warm pool memanasi udara di atasnya dan menimbulkan konveksi udara yang mengangkut uap air ke lapisan-lapisan atmosfer hingga terbentuk awan dan hujan yang jatuh kembali ke bumi, termasuk ke atas kawasan Indonesia.

Proses Terjadinya El Nino

El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang berarti “anak lelaki”. Sejarahnya, pada abad ke-19 nelayan Peru menyadari terjadinya kondisi menghangatnya suhu lautan yang tidak biasa di wilayah pantai Amerika Selatan, dekat Ekuador dan meluas hingga perairan Peru. Hal ini terjadi di sekitar musim Natal pada setiap tahun.

Gilbart Walker yang mengemukaan tentang El Nino dan sekarang dikenal dengan Sirkulasi Walker yaitu sirkulasi angin Timur-Barat di atas Perairan Pasifik Tropis. Sirkulasi ini timbul karena perbedaan temperatur di atas perairan yang luas pada daerah tersebut.
a. Perairan sepanjang pantai China dan Jepang, atau Carolina Utara dan Virginia, lebih hangat dibandingkan dengan perairan sepanjang pantai Portugal dan California. Sedangkan perairan di sekitar wilayah Indonesia lebih hangat daripada perairan di sekitar Peru, Chile dan Ekuador.
b. Perbedaan temperatur lautan di arah Timur – Barat ini menyebabkan perbedaan tekanan udara permukaan di antara tempat – tempat tersebut.
c. Udara bergerak naik di wilayah lautan yang lebih hangat dan bergerak turun di di wilayah lautan yang lebih dingin. Dan itu menyebabkan aliran udara di lapisan permukaan bergerak dari Timur ke Barat.
Inilah yang kemudian disebut dengan angin Pasat Timuran.

Sirkulasi Timur Barat (Sirkulasi Walker)

Ketika terjadi El Nino :

Angin Pasat Timuran melemah, artinya angin berbalik arah ke Barat dan mendorong wilayah potensi hujan ke Barat. Hal ini menyebabkan perubahan pola cuaca. Daerah potensi hujan meliputi wilayah Perairan Pasifik Tengah dan Timur dan Amerika Tengah.

Pada kondisi El Nino sebaran awan hujan sangat sedikit di wilayah Indonesia

Pada saat El Nino jumlah air laut bersuhu rendah yang mengalir di sepanjang Pantai Selatan Amerika dan Pasifik Timur berkurang atau bahkan menghilang sama sekali. Wilayah Pasifik Timur dan Tengah menjadi sehangat Pasifik Barat.

Singkatnya jika Angin Pasat penyebab terjadinya Angin Timur mengendur atau berbalik arah maka air hangat ini akan bergerak ke arah timur dan membawa serta awan hujan. El Nino akan terjadi sehingga Indonesia akan mengalami musim kemarau panjang yang menimbulkan musibah kekeringan yang berdampak sangat luas. Pergerakan air hangat ke arah timur penyebab terjadinya El Nino tersebut juga dikarenakan adanya perbedaan udara antara Indonesia dan bagian timur Samudera Pasifik sangat rendah sehingga hampir tidak ada angin timur.

Dampak Negatif El Nino
Akibat adanya El Nino, musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih lama dari biasanya. Biasanya musim kemarau berlangsung hanya dua atau tiga bulan dari bulan juli hingga agustus dan september akan tetapi bila El Nino datang maka musim kemarau akan diperpanjang paling kurang sampai setahun. Musim kemarau terlama/ terpanjang akibat adanya El Nino terjadi pada tahun 1939 sampai tahun 1942, berlangsung sampai 33 bulan. Sebagai akibat dari kemarau panjang tersebut, maka hutan- hutan menjadi kering dan layu. Sungai, kolam dan danau yang tadinya penuh dengan air menjadi dangkal ataupun menjadi kering pula. Hal ini tentu saja menimbulkan akibat yang sangat parah pada kehidupan penduduk pada keseluruhannya, sebagaimana yang sudah dikenal selama ini. Hutan yang kering menjadi mudah terbakar. Baik hewan maupun berbagai jenis tumbuh- tumbuhan di dalamnya ikut pula terbakar. Hasilnya adalah kerugian besar di bidang produksi hasil hutan yang turun drastis dan punahnya spesies hewan dan tumbuh- tumbuhan yang tidak terkirakan nilainya, baik untuk keperluan penelitian lebih lanjut ataupun untuk penangkaran hasanah genetika. Keringnya sungai menurunkan pula persediaan air dalam bendungan irigasi. Hal ini mengakibatkan menurunnya pangan dari berbagai jenis biji- bijian, menurunnya produksi listrik dan menurunnya produksi ikan kolam atau ikan keramba dll. Industri berbasis tenaga listrik pun ikut menurun hasil produksinya. Akibat kumulatif akhirnya memang cukup besar yang harus di tanggung oleh pemerintah dan masyarakat. Akibat El Nino 1997/1998 seluruhnya berjumlah 2100 korban manusia dan 33 milyar dolar kerugian material (suplee, 1999).

Dampak di Sektor Kehidupan
Dampak El Nino secara tidak langsung juga melanda berbagai sektor kehidupan, antara lain di sektor pertanian, terlambatnya musim tanam, terbatasnya ketersediaan air bagi tanaman (kekeringan agronomis) akan memberikan dampak yang besar, baik secara langsung maupun tak langsung, seperti gagal panen dan rawan ketahanan pangan. Selain itu juga dampaknya mempengaruhi kinerja industri pupuk dan transportasi. Pada tahun 1991, Indonesia mengimpor sebesar 600 ribu ton beras dan tahun 1994 jumlah beras yang diimpor lebih dari satu juta ton (KLH, 1998) karena Indonesia mengalami gagal panen padi akibat kekeringan.
Di sektor perkebunan, dampak kejadian kekeringan panjang akibat El Nino pada tanaman tahunan akan terlihat nyata setelah satu sampai tiga semester kemudian. Misalnya di perkebunan kelapa sawit di Lampung, produksi buah segar menurun drastis satu-dua semester setelah kejadian iklim El Nino. Penurunan produksi dapat mencapai sekitar 0,8 ton per hektar. Ekspor kopi dan karet juga dilaporkan menurun setahun setelah kejadian iklim El Nino.
Di sektor kehutanan, kejadian iklim El Nino juga dapat meningkatkan peluang terjadinya kebakaran hutan. Kejadian El Nino telah menciptakan kondisi yang sangat kondusif untuk terjadinya kebakaran hutan. Peningkatan suhu udara yang terjadi selama musim kemarau yang panjang mengakibatkan mudah terbakarnya ranting-ranting atau daun-daun akibat gesekan yang ditimbulkan. Pada peristiwa El Nino tahun 1994, hutan Indonesia seluas 5 juta ha habis terbakar (Bappenas, 1999). Besarnya luasan hutan yang terbakar telah menyebabkan hilangnya berbagai keanekaragaman hayati, terutama yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selain itu kebakaran juga menimbulkan dampak sosial dan kesehatan bagi masyarakat di sekitarnya.
Di sektor kesehatan, asap yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan juga menimbulkan penyakit saluran pernafasan. Berdasarkan pengamatan, jumlah bahan partikulat di udara dengan berdiameter kurang dari 10 mikron mencapai 494 ug/m3, jauh di atas baku mutu lingkungan yaitu 300 ug/m3 (UNDP, 2000). Penyakit malaria dan deman berdarah juga dilaporkan meningkat pada tahun-tahun El Nino.
Di sektor irigasi, hasil kajian menyebutkan bahwa kondisi beberapa DAS di Indonesia cukup kritis dan jumlahnya semakin banyak, khususnya di Jawa. Berdasarkan analisis terhadap data debit minimum dan maksimum dari 52 sungai yang tersebar di seluruh Indonesia mulai dari Sabang sampai ke Merauke, terlihat bahwa jumlah sungai yang debit minimumnya berpotensi untuk menimbulkan masalah kekeringan meningkat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa daerah aliran sungai di wilayah Indonesia setelah tahun 1990-an banyak yang sudah mengalami degradasi sehingga adanya penyimpangan iklim dalam bentuk penurunan atau peningkatan hujan jauh dari normal akan langsung menimbulkan penurunan atau peningkatan yang tajam dari debit minimum atau debit maksimum (kekeringan hidrologis).
Di sektor perikanan dan kelautan, hasil tangkapan ikan pada tahun-tahun el nino juga dilaporkan menurun. Hal ini disebabkan karena pada kondisi tersebut ketersediaan pakan bagi ikan (plankton) juga berkurang. Pada tahun-tahun normal, air laut dalam yang bersuhu rendah dan kaya akan nutrisi bergerak naik ke permukaan di wilayah dekat pantai. Kondisi ini dikenal dengan upwelling. Upwelling ini menyebabkan daerah tersebut sebagai tempat berkumpulnya jutaan plankton dan ikan. Ketika terjadi El Nino upwelling jadi melemah, air dengan kandungan nutrisi yang tinggi akan berkurang  sehingga ikan akan mencari makanan di tempat lain dan panen para nelayan berkurang. Selain itu banyak terumbu karang yang mengalami keputihan (coral bleaching) akibat terbatasnya alga yang merupakan sumber makanan terumbu karang karena tidak mampu beradaptasi dengan peningkatan suhu air laut. Memanasnya air laut juga akan mengganggu kehidupan jenis ikan tertentu yang sensitif terhadap naiknya suhu laut. Kondisi ini menyebabkan terjadinya migrasi ikan ke perairan lain yang lebih dingin.
Semoga informasi ini bisa menjadi perhatian kita semua, khususnya pembuat kebijakan dalam pemerintahan Indonesia yang berkepentingan dalam menyusun strategi sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi berbagai bencana yang mungkin dapat ditimbulkan oleh fenomena El Nino.

Daftar Referensi

Anonim. 2009. Selamat Datang El Nino. http://www.pos-kupang.com/read/artikel.htm
Defant, A. 1961. In : G. Neumann and W.J. Pierson Jr. “ Principles of Physical Oceanography”. Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, N,Y., 1966, 545 pp.
Suplee, C. 1999. El Nino – La Nina : nature’s vicious cycle. Nat. Geographic, 195(3) : 72-95.
Susanto, Dwi. 1997. 1997 Tahun El Nino? http://www.ldeo.columbia.edu/ dwi/papers/opini tahu.htm.
Sverdrup, H.V, M.W. Johnson and R.H. Fleming. 1942. The Oceans : their physics, chemistry and general biology. Prentice Hall, Inc., N.Y., 1087 pp.

http://www.bom.gov.au/lam/climate/level3/analclim/elnino.htm

Perihal blueseafer
Nama Dwiko Handiko Bowo, anak ke-2 dari 3 bersaudara. Saya lahir di kota Jakarta tanggal 14 agustus 1989. Sekarang saya sedang studi S1 Marine Science d Universitas Padjadjaran Bandung.

27 Responses to Pergerakan Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) ke Timur Penyebab El Nino di Indonesia

  1. furkonable mengatakan:

    asslmkm.
    terima kasih atas artikelnya yang telah menambah wawasan.
    dari artikel yang saya baca,ternyata Indo-Pacific Warm Pool yang bergerak ke arah Timur Indonesia dapat menyebabkan terjadinya El Nino, namun dari penjelasan di atas,korelasi antara IPWP dengan kemunculan El Nino belum dapat saya pahami. mungkin bisa Anda jelaskan secara sederhananya?
    terima kasih.

    • blueseafer mengatakan:

      wlkmslm…
      terimakasih juga atas pertanyaannya.
      Sebagaimana yang telah di tuliskan,IPWP berfungsi membentuk awan hujan yang nantinya turun ke bumi termasuk Indonesia. Dengan bergeraknya IPWP ke arah timur maka awan hujan tersebut menjauh dari Indonesia sehingga menyebabkan El Nino atau akan terjadi iklim El Nino.
      El Nino adalah keadaan dimana menurunnya curah hujan di suatu tempat,kurang lebih begitu.
      apabila salah tolong di benarkan dan bila kurang puas,dipuaskan saja lah.haha…”
      bcanda2,,klu lom puas bisa ditanyakan langsung pada yang lebih tau (dosen) atau cari informasi di situs web.Terimakasih.

  2. indRii mengatakan:

    tulisan yg cukup menarik.
    namun pembahasan mengenai dampak positif masih belum di jelaskan pada tulisan d atas, yg di jelaskan substansinya lebih ke dampak negatifnya dr berbagai macam sektor,

    saya ingin menanyakan mengenai dampak positifnya IPWP & El nino beserta penjelasannya ?..

    thx b4

    • blueseafer mengatakan:

      terima kasih atas pertanyaan nya??
      y memang benar sya lebih membahas dmpak negatifnya,tuh karna sya memang hanya mengangkat dampak negatifnya agar kita bisa lebih waspada akan dampak negatif yang bisa merugikan kita.
      kalau dampak posiifnya,sepengetahuan sya, IPWP apabila bergerak ke barat atau menuju Indonesia maka akan menambah curah hujan di Indonesia.
      Curah hujan yang lebih ini bisa bermanfaat bagi kita.anda pasti tau apa aja manfaatnya.y kan???hehe…”

  3. lintang mengatakan:

    blognya sudah dilihat, mengenai substansinya akan dikomentari selanjutnya. Ada 2 jwban untuk tulisan IPWP, tetapi pertanyaanya tidak saya temukan???

  4. Darmadi mengatakan:

    tulisan yamg dapat menambah pengetahuan kawan,,,

    sedikit ada pertanyaan,, apa kaitannya hal tersebut yang anda jelaskan sebagai sebab coral bleaching??apakah hal tersebut terjadi sangat signifikan di laut indonesia sendiri??

    thanks be4,,,

    • blueseafer mengatakan:

      trimakasih atas pertanyaannya,,y memang ada kaitannya.
      dengan terjadinya el nino,,suhu di laut meningkat 2-3 derajat celcius dari biasanya.
      meningkatnya suhu ini menyebabkan terjadinya pemutihan karang atau coral bleaching.
      di Indonesia sendiri tercatat pada tahun 1998 pemutihan karang terjadi di kep.Riau,kep.Seribu,kep.Karimun Jawa, dan juga pulau Bali,pulau Lombok dan Selat Sunda.

  5. PMAN mengatakan:

    ass.wr.wb
    artikel yang menarik dan menambah wawasan saya dalam el nino la nina …
    saya mau sedikit bertanya tentang IPWP ini, menurut anda ada cara untuk me mitigasi agar dampak negatif yang terjadi tidk separah tahun sebelumnya???
    terima kasih ..
    jangan lupa kunjungi blog saya dan kasi komentar !!

    • blueseafer mengatakan:

      wlkmslm wr wb.
      terima kasih atas pertanyaannya,,menurut saya karna dampak terbesar el Nino adalah terjadinya kekeringan dimana2. Untuk itulah sejak sekarang butuh pengelolaan atas dampak kekeringan itu melalui prinsip antisipasi dan minimalisasi. Pada kasus kelangkaan air ada baiknya digalakkan budaya hemat air. Gunakan seperlunya dan tidak membuang-buang air untuk hal-hal tak perlu. Misalnya menyiram tanaman cukup dengan air bekas mencuci. Dalam menghindari ancaman hama dan puso, petani perlu diingatkan agar selalu memantau lahannya serta menanam tanaman yang tak membutuhkan banyak air, contohnya palawija. Kemerebakan penyakit di musim kemarau bisa diatasi dengan menerapkan budaya hidup bersih dan sehat.

  6. mellanieamelia mengatakan:

    artikel nya baguus..
    saya pengen tanya,
    saya belum ngerti dengan IPWP yang dwiko jelasin diatas. bs di jelasin secara singkat n gmn contohnya(peristiwa yang pernah terjadi)? makasih..
    tolong comment worpress saya yah.. :))

    • blueseafer mengatakan:

      y terimakasih mel,,bgini mel. sebagaimana yang sebelumnya di jelaskan bahwa Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) adalah kolam air hangat terbesar di dunia, terentang dari Samudra Hindia tropis sebelah timur sampai Samudra Pasifik tropis di bagian barat. dikatakan sebagai kolam air panas karena suhu air laut disana lebih tinggi dibandingkan suhu air laut pada umumnya, yaitu sekitar 28 drajat celcius. begitu mel…”

  7. hartas54 mengatakan:

    keren tulisan loe..
    ada yang mau gw tanya sama loe.. kenapa pada saat el nino produksi plankton berkurang??
    thanx badag be4

    • blueseafer mengatakan:

      yupz terimakasih atas pujian dan pertanyaannya,,y memang benar produksi plankton berkurang. hal ini dikarenakan pada saat El Nino, upwelling jadi melemah sehingga nutrisi yang ada di air laut pun berkurang. Nutrisi yang berkurang inilah yang jadi penyebab menurunnya produksi plankton pada saat itu.

  8. Alfian mengatakan:

    terimakasih atas blog yang sudah di buat kawaaaan…
    banyak menambah ilmu pengetahuan untuk saya..
    tp ada yang ingin di tanyakan..
    apakah warmpool ikut mempengaruhi kondisi dari oseanografi Indonesia????
    kalau iya tuliskan contoh kejadian nyatanya terhadap kondisi oseanografi indonesia…

    • blueseafer mengatakan:

      y trimakasih atas pertanyaannya…
      y tentu saja, karena kondisi oseanografi Indonesia sangat ditentukan oleh perkembangan
      Angin Monsun dan Arus Lintas Indonesia (Arlindo) yang selanjutnya mempengaruhi pergerakan warmpool tersebut.
      Contoh nyatanya yaitu terjadinya la nina dan el nino,,jika warmpool bergerak ke arah barat maka akan terjadi la nina dan sebaliknya jika warmpool bergerak ke arah timur maka akan terjadi el nino di Indonesia.

  9. januariksan mengatakan:

    sangat menarik artikelnya.
    apakah ada jangka waktu terjadinya ei nino???

    • blueseafer mengatakan:

      trimakasih atas pertanyaannya,,y memang ada jangka waktu terjadinya el nino akan tetapi tidak dapat dipastikan tepatnya.
      menurut para peneliti,,el nino terjadi dalam jangka waktu 2 sampai dengan 7 tahun. begitu log.

  10. arie mengatakan:

    artikel yg dapat menambah wawasan saya,,,
    saya mau tanya,,,
    saya pernah membaca artikel tentang dampak el nino terhadap sektor pertanian,,,yg saya mau tanyakan adalah bagaimana pemerintah menanggapi masalah ini??
    terimakasih…..

    • blueseafer mengatakan:

      terimakasih atas pertanyaannya,,y memang sangat disayangkan banyak sekali kasus gagal panen akibat fenomena el nino ini. Dari pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan tindakan mitigasi atas masalah ini yaitu dengan berupaya melakukan penghematan air. Akan tetapi sekali lagi kita sedang menghadapi alam yang tidak bisa kita perkirakan secara pasti sehingga ancaman gagal panen pada saat terjadinya el nino masih dapat terjadi.terimakasih.

  11. Rama Wijaya mengatakan:

    artikel yg menarik…
    mw tny nih,Indo-Pacific Warm Pool (IPWP) adalah kolam air hangat terbesar di dunia, terentang dari Samudra Hindia tropis sebelah timur sampai Samudra Pasifik tropis di bagian barat, tolong jelaskan mekanisme terjadinya kolam air panas ini??
    thanks…
    jgn lp coment blog saya y…ramalaut08.wordpress.com

    • blueseafer mengatakan:

      terimakasih atas pertanyaannya ram,,kolam air hangat tersebut terjadi disebabkan oleh menumpuknya air yang terbawa oleh Arus Katulistiwa Selatan karena hembusan angin pasat di pasifik.
      Seperti itu ram singkatnya.

  12. cheatonunpad mengatakan:

    Artikelnya bagus..,
    cuman kalo pake gambar kayanya lebih mudah dimengerti deh…
    hehehe🙂

  13. prince60 mengatakan:

    hmmmm….saya boleh sedikit berdiskusi nih…

    saya sudah membaca artikel yang kmu buat…dan saya juga punya data tentang sumber bacaan anda…yang saya ingin diskusikan….
    menurut sumber yang saya baca justru el nino ada dampak positifnya….justru el nino meningkatkan klorofil dalam laut dan juga mengakibatkan up welling sehingga nutrien menjadi sangat melimpah….tentu saja hal ini panen menjadi panen ikan…..kmu bisa liat sendiri blog yang saya buat tentang el nino…karena saya fokus membahas pada pengaruh el nino terhadap terumbu karang….
    jadi mungkin bisa dibilang cukup bersebrangan….saya ingin tahu pendapat anda dari segi apa anda berpendapat tentang hal tersebut….???

    thx b4….

    • blueseafer mengatakan:

      terimakasih atas pertanyaannya,,saya langsung saja menjawab berdasarkan literatur yang saya baca pada tahun-tahun normal, air laut dalam yang bersuhu rendah dan kaya akan nutrisi bergerak naik ke permukaan di wilayah dekat pantai. Kondisi ini dikenal dengan upwelling. Upwelling ini menyebabkan daerah tersebut sebagai tempat berkumpulnya jutaan plankton dan ikan. Ketika terjadi El Nino upwelling jadi melemah, air hangat dengan kandungan nutrisi yang rendah menyebar di sepanjang pantai sehingga panen para nelayan berkurang.
      Seperti itulah sodara fadhli.

  14. lintang mengatakan:

    Tulisannya sudah cukup baik, semoga bisa terus berkarya menghasilkan tulisan-tulisan yang luar biasa.
    Terinspirasi dari tulisan kamu, bagaimana hubungan antara sebaran suhu vertical dengan el nino dan pergeseran kolam air hangat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: