Ekosistem Terumbu Karang Pantai Pangandaran Jawa Barat

Kawasan Pantai Pangandaran merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Ciamis dan Provinsi Jawa Barat. Bahkan, kawasan yang berada di Pantai Selatan Jawa ini masuk dalam agenda kunjungan wisata Indonesia tahun 2008. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata dan Budaya setempat, terus membenahi dan melengkapi berbagai fasilitas penunjang kawasan wisata Pantai Pangandaran. Keistimewaan Pengunjung dapat menikmati panorama alam Pantai Pangandaran yang indah dan hamparan landai pasir putih pantainya yang memesona. Pantai Pangandaran terletak di Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Selain keindahan pantainya, pangandaran juga mempunyai potensi wisata lain yang salah satunya yaitu keindahan terumbu karangnya. Sebelum tahun 1970-an, tutupan terumbu karang di Pantai Pangandaran seluas 1500 m x 50 m. Karena berbagai penyebab, keberadaan terumbu karang yang tersisa hanya 100 m x 50 m (Pasirputih) dan 150 m x 50 m di Pantai Timur Pangandaran.

Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanhellae. Hewan karang bentuknya aneh, menyerupai batu dan mempunyai warna dan bentuk beraneka rupa. Hewan ini disebut polip, merupakan hewan pembentuk utama terumbu karang yang menghasilkan zat kapur. Polip-polip ini selama ribuan tahun membentuk terumbu karang. Zooxanthellae adalah suatu jenis algae yang bersimbiosis dalam jaringan karang.  Zooxanthellae ini melakukan fotosintesis menghasilkan oksigen yang berguna untuk kehidupan hewan karang.

Gambar. Jejaring makanan di ekosistem terumbu karang.

Beberapa jenis terumbu karang yang hidup di wilayah pantai pangandaran  antara lain : Acropora, Fungis sp, Favia sp, Oxypora, Chaetodon sp, Apolemichthys sp, Dasyllus sp, dll.


Oxypora sp.                                          Fungia sp.                             Acropora sp.

Banyak peran dan manfaat dari terumbu karang ini di antaranya yaitu sebagai tempat hdiupnya ikan-ikan yang banyak dibutuhkan manusia untuk pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, dll ; sebagai benteng ” pelindung pantai dari kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau ombak laut, sehingga manusia dapat hidup di daerah dekat pantai ; sebagai tempat untuk wisata. Karena keindahan warna dan bentuknya, banyak orang berwisata bahari.

Berdasarkan temuan Local Working Group (LWG) atau dikenal sebagai kelompok kerja lokal kepariwisataan Pangandaran, terumbu karang di area Pantai Barat (Pasirputih) dan Pantai Timur (Cirengganis) Pangandaran, Ciamis, saat ini dalam kondisi memprihatinkan. Keberadaan biota laut tersebut, kini, tinggal 14, 85 persen. Terumbu karang di Pantai Barat (Pasirputih) yang masih ada sekarang, antara lain karang hidup (live coral) 11, 48 persen, karang mati (dead coral) 20, 87 persen, dan patahan karang (rubble coral) 50,95 persen. Sementara itu, terumbu karang di Pantai Timur, yaitu karang hidup 18,21 persen, karang mati 13,13 persen, dan patahan karang 61,70 persen.

Rusaknya biota laut di dua areal itu telah menyebabkan pasir pantai terkikis. Yang lebih parah lagi, kerusakan tersebut telah menyebabkan nelayan terus-terusan mengalami paceklik. Adapun penyebab kerusakan terumbu karang tersebut, terutama karena ulah manusia. Di antaranya, aktivitas rekreasi pantai, pembuangan sampah ke laut, penangkapan ikan yang berlebih, penyelaman yang merusak, dan penambatan kapal dengan sistem jangkar.

Daftar referensi

Bengen, D.G. 2001. Slide Mata Analisis Ekosistem Pesisir dan Laut. Program     studi SPL, Institut Pertanian Bogor. Bogor.69

Dahuri, R., J. Rais, S.P. Ginting, dan M.J. Sitepu. 2001. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: PT. Pradnya Pratama.

Nybakken,J. W. 1992. Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Terj. Dari Marine Biology: An Ecological Approach, oleh Eidman, M., Koesoebiono, D.G. Bengen, M. Hutomo, & S.Sukardjo. 1992. dari. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta: xv+459 hlm.

http//: PasirPantai.com.pantaipangandaran.htm

disusun oleh:

1. Lalu Auliya Akraboe L            230210080025

2. Dwiko Handiko Bowo               230210080058

Prodi Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Penulis

Dwiko Handiko Bowo, lahir di Jakarta tanggal 14 Agustus 1989, anak ke-2 dari 3 bersaudara. Di Jakarta pada tahun 1994 mulai mengenyam pendidikan di TK Nurul Huda, kemudian masuk SD 04 pg pada tahun 1995, SMPN 144 tahun 2001, lalu SMAN 21 tahun 2004 dan pada saat ini sedang menyelesaikan pendidikan S1 program studi Ilmu kelautan di Universitas Padjajdaran.

About these ads

Perihal blueseafer
Nama Dwiko Handiko Bowo, anak ke-2 dari 3 bersaudara. Saya lahir di kota Jakarta tanggal 14 agustus 1989. Sekarang saya sedang studi S1 Marine Science d Universitas Padjadjaran Bandung.

8 Responses to Ekosistem Terumbu Karang Pantai Pangandaran Jawa Barat

  1. ni ketut aryatrini mengatakan:

    thanks infonya shg anak sy bisa selesaikan dan kumpulkan tugas di sekolah

  2. sutiani mengatakan:

    aq kgm am u yg msh pdli ttng alam…..aq pgn seperti u yang trus mampu berkarya…..clm knal………

  3. fheedictator mengatakan:

    baggusss,,,,neeh blognya bs bantu aku buat ngerjain tugas biology

  4. Linda mengatakan:

    I’m proud of u…….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: